Manusia Casing & Manusia Siding

Manusia casing itu biasanya cuma melihat penampilan (casingnya). Tidak peduli dia bicara apa, asal casingnya oke pasti setuju saja, tidak mau mendengar dari yang lebih mengerti ilmunya.

Ada lagi manusia siding (baca: saiding – dari kata side) – alias memihak / keberpihakan. Manusia ini fokus dengan pelaku (yang dianggap sepihak), bukan perilaku. Tidak peduli pelaku bicara apa, casingnya seperti apa, asal dari kelompoknya yang dianggap sepihak, pasti selalu setuju dan dijadikan rujukan, bahkan dijadikan panutan. Kalau salah pun dicari pembenaran.

Menyedihkan.

Trus yang bener gimana? Fokus lah dengan perilaku! Siapa pun itu, casingnya seperti apa, termasuk pihak mana, kalau perilakunya error ya harus dikritik.

Jadi pengen bikin puisi:

Keberpihakan

Kitab suci dinistakan
Pahlawan dihinakan
Orang suci direndahkan
Provokator dibiarkan

Tertipu penampilan
Terbuai lisan
Terus mengelukan
Menjadikan panutan
Karena keberpihakan

Tak melihat kenyataan
Kitab suci dinistakan
Pahlawan dihinakan
Mau terus terbutakan?
Sampai kapan?

Kitab suci dinistakan
Pahlawan dihinakan
Ulama direndahkan
Tapi tidak ada orasi jalanan

Sebagian tertipu penampilan
Sebagian tak peduli lisan
Selama sesuai golongan
Apapun didengarkan
Dibenarkan
Dielu-elukan
Dan dijadikan panutan

Intinya, keberpihakan

Sungguh menyedihkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top